[BOOK REVIEW] Angel of Morning Star Club by Lim Se Hyuk

https://i0.wp.com/d.gr-assets.com/books/1422794945l/24788844.jpg

Judul: Angels of Morning Star Club
Genre: Drama
Kategori: fiksi, novel dewasa muda, novel terjemahan Korea
Penulis: Lim Se Hyuk
Ukuran: 14×20 cm
Tebal: 370 halaman
Penerbit: Haru
Terbit: Februari 2015

SINOPSIS

Namaku Lim Hwi Chan. Seorang mantan narapidana yang sekarang menjadi penjaga toko yang menyedihkan. Umurku 27 tahun dan aku suka menonton film thriller berulang-ulang sampai 30 kali. Aku juga suka melampiaskan emosi dengan mengepel lantai yang kotor gara-gara keteledoran para siswi yang makan mi instan dan kimchi sembarangan di tokoku. Memang, aku tidak bisa disebut panutan, tapi juga tidak bisa disebut sebagai pecundang hanya karena pernah dipenjara.

 Aku memang mantan narapidana, tapi aku muak selalu dicurigai. Aku hanya ingin melupakan semua kenangan itu. Tapi, sepertinya seluruh dunia sudah telanjur mengecapku sebagai seorang “Mantan Narapidana” dan mereka menolakku.

 Sampai aku menemukan perkumpulan aneh bernama “Morning Star” yang malah mencari mantan narapidana sebagai anggota. Sebenarnya, perkumpulan apa ini?

REVIEW

“Aku baru tahu bahwa ketika Engkau merampas seseorang dari orang lain, itu adalah pertanda bahwa Engkau sedang memperhatikan orang itu. Lalu apabila orang yang Engkau rampas itu berhasil mengalahkan kesakitannya, Engkau justru memberikan keuntungan yang berlipat-lipat dan mengembalikannya kepada orang itu.” (halaman 359)

Kisah aku membeli buku ini adalah suatu hari aku jalan-jalan ke sebuah Departement Store dan menuju area yang menjual buku dan alat tulis. Ada banyak novel yang dipajang di sana, salah satunya Angel of Morning Star Club ini.

Awalnya aku nggak begitu tertarik sama novel ini. Entah karena cover atau apa. Pas baca sinopsisnya juga kurang tertarik. Tapi temenku bilang novel ini bagus. Kemudian aku buka Goodreads dan baca beberapa review. Hmmm, lumayan juga. Akhirnya jadi juga membeli novel ini 😀

Kukira ini kisah tentang seseorang yang menjalani kehidupannya di penjara. Ternyata bukan :v

Jadi, kisah Lim Hwi Chan ini benar-benar menarik. Penulis menggambarkan Lim Hwi Chan adalah seorang pemuda berhati lembut. Aku bisa menilai dari tindakan, perkataan, dan dialog antartokoh. Bagaimana Lim Hwi Chan saat menyatakan dirinya tidak bersalah di hadapan polisi, bagaimana ia di depan kakak dan teman-temannya, bagaimana ia memperlakukan Oh Su Jeong, kekasihnya. Semuanya terlihat begitu lembut dan menguras emosi.

Langkah Hwi Chan menuju club bernama Morning Star benar-benar tepat. Awalnya aku berpikir ketiga paman yang bernaung di sana adalah orang-orang jahat. Tapi ternyata tidak. Bahkan sosok Ketua mampu membuatku kagum lewat tindakan dan perkataannya.

Tokoh kakak perempuan dan kakak ipar Lim Hwi Chan juga turut mewarnai cerita ini. Kakak perempuan yang begitu penyayang dan lembut. Keliatan banget kalo dia melakonis. Gimana enggak, dikit-dikit nangis. Yaampun, lembut banget, mbak :p Hubungannya yang sudah terjalin lama dengan sang kekasih-kakak ipar Hwi Chan-juga sempat buat aku iri (?) Apa ya rahasianya bisa awet gitu XD Oke ini hanya skenario penulis.

Kemudian Oh Su Jeong. Gadis yang dilukiskan cantik rupa namun memiliki cacat fisik inilah yang mampu membuat Lim Hwi Chan jatuh cinta. Su Jeong membuat Hwi Chan bahagia karena akhirnya ada juga gadis yang mau menerima mantan narapidana seperti dia. Aku suka karakter Su Jeong yang polos. Ah, aku berpikir cinta Hwi Chan dan Su Jeong ini sempurna.

Alur dari kisah ini juga bagus. Pertama-tama pembaca dibawa ke air yang tenang, kemudian datang ombak yang besar, lalu tenang lagi seakan penuh cinta di sana, dan di ending pun penulis sempat memberikan sentuhan menarik agar alurnya tidak berjalan datar walau ceritanya hampir selesai. Karena banyak tokoh narapidananya, setiap adegan jadi terasa menegangkan. Aku berpikir, jangan-jangan ini begini, itu begitu, dan banyak prasangka buruk yang memenuhi otakku :v Pokoknya semua lika-liku yang dihadapi tokoh benar-benar menguras energi ketika membacanya. Greget! :3

Kemudian untuk bahasa terjemahan, aku selalu suka buku-buk yang diterjemahkan oleh Penerbit Haru. Bahasanya selalu enak untuk dibaca sehingga mudah dimengerti, walau pun sebenarnya aku lebih suka bahasa yang ‘agak berat’. Tapi yang ini it’s okay, aku suka. Lebih nyaman dibaca ketimbang terjemahannya Single Ville 😀 Hehehe.

Ada beberapa kutipan yang aku suka di novel ini, tapi sayang lupa di halaman berapa XD Novel ini nggak cuma sekedar fiksi, namun juga ada pelajaran yang bisa diambil di dalamnya. Contohnya quote ini, ‘Di mana ada kemauan, di situ ada jalan.’ Seenggaknya itu yang aku dapet setelah membaca novel ini.

Recomended buat yang suka novel drama. Ratingku untuk novel ini adalah 4 dari 5 bintang.

This is a good story from good author!

Review ini juga dapat dilihat di akun Goodreads saya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s