[BOOK REVIEW] In a Blue Moon by Ilana Tan

https://i1.wp.com/d.gr-assets.com/books/1425286325l/25053346.jpg

Judul : In a Blue Moon
Penulis : Ilana Tan
Penerbit : Gramedia
Tahun Terbit : 2015
Jumlah Halaman : 318 Halaman
Genre : Drama Romansa
ISBN : 978-602-03-1462-4

Sinopsis

“Apakah kau masih membenciku?”
“Aku heran kau merasa perlu bertanya.”

Lucas Ford pertama kali bertemu dengan Sophie Wilson di bulan Desember pada tahun terakhir SMA-nya. Gadis itu membencinya. Lucas kembali bertemu dengan Sophie di bulan Desember sepuluh tahun kemudian di kota New York. Gadis itu masih membencinya. Masalah utamanya bukan itu—oh, bukan!—melainkan kenyataan bahwa gadis yang membencinya itu kini ditetapkan sebagai tunangan Lucas oleh kakeknya yang suka ikut campur.

Lucas mendekati Sophie bukan karena perintah kakeknya. Ia mendekati Sophie karena ingin mengubah pendapat Sophie tentang dirinya. Juga karena ia ingin Sophie menyukainya sebesar ia menyukai gadis itu. Dan, kadang-kadang—ini sangat jarang terjadi, tentu saja—kakeknya bisa mengambil keputusan yang sangat tepat.

Review

“Aku bersedia melakukan apa pun agar kau tetap berada di sisiku, bersamaku, selama kau juga menginginkan hal yang sama.” – Lucas Ford, page 289

Halo! Ketemu lagi dengan saya, blogger dan reviewer kece B) *pede*

Kali ini saya membawakan review dari buku karya Ilana Tan, In a Blue Moon. Pertama kali baca judulnya, aku bayangin siluet Tinkerbell yang terbang di Super Moon, lalu warnanya biru. Lah, kenapa jadi Tinkerbell, ya. Jauh banget sama ceritanya, hahaha.

https://i0.wp.com/data.whicdn.com/images/24401267/large.jpg

Oke, itu bukan Tinkerbell.

Seperti kebanyakan novel Ilana Tan, In a Blue Moon juga berlatar di luar negeri, tepatnya di New York. Aku selalu terkesan sama penulis yang berhasil melatarkan negri orang. Mungkin mereka memang sudah mengunjungi tempat tersebut, atau mencari resensi di internet. Aku sendiri sering gagal kalo (nyoba) nulis novel yang berlatar di luar negeri. Kalo cari reseni di internet, kurang puas. Maklum, belum pernah liburan jauh-jauh XD

Di sini dikisahkan tentang Shopie Wilson yang membenci Lucas Ford, karena Lucas Ford pernah mem-bully-nya semasa mereka SMA, hingga hidup Shopie terasa begitu menyedihkan. Yah, bisa dibayangkan bagaimana bullying di luar negeri.

Jahat banget ya Lucas Ford.

Tapi semua kebencian Shopie Wilson justru berujung manis karena suatu hari, kakeknya yang ternyata berteman baik dengan kakek Lucas Ford, berniat menjodohkan mereka berdua—Lucas Ford dan Shopie Wilson. Kebayang nggak gimana shock-nya Shopie :v

Aku suka cara penulis menggambarkan bagaimana bencinya Shopie Wilson pada Lucas Ford. Terlihat sekali dari perkataan dan tindakan Shopie. Juga Lucas Ford yang merasa begitu menyesal pernah menyengsarakan hidup Shopie. Besar sekali usahanya untuk membuat Shopie terkesan. Dan semua itu terasa sangat manis kalau dibayangkan ><

Tapi semua usaha Lucas untuk mendekati Shopie dan Shopie yang berusaha mengenyahkan pikiran ‘Aku membenci Lucas Ford’-nya tidak berjalan mulus. Ada Miranda Young, seorang model cantik yang terus-terusan menempel pada Lucas. Dan Adrian Graves, mantan kekasih Shopie, yang baru saja kembali dari Afrika Selatan.

Sumpah, ya, aku gemes banget sama Miranda. Dia itu… ugh, pedenya selangit. Pede dalam artian GR, ya.Tapi aku suka caranya yang selalu tampil percaya diri dengan senyum menawannya. Sungguh gadis yang memesona.

Penulis benar-benar berhasil membangun karakter. Sifat semua tokohnya terbayang ketika aku membaca lembar demi lembar novel ini. Terutama latar, aku sungguh terbayang. Sepertinya penulis memang pernah ke New York. Aku suka dengan satu halaman yang menceritakan tentang sopir taksi yang marah-marah karena sesuatu, lalu masuk kembali tanpa menanyakan keadaan si penumpang. Di sini, penulis menuliskan satu baris, ‘Well, selamat datang di New York City’. Rasanya memang benar suasana New York seperti itu.

Novel ini menceritakan tentang kebencian yang perlahan menumbuhkan benih-benih cinta. Idenya cukup mainstream, tapi penulis mampu membungkusnya dengan kisah yang menarik, sehingga pembaca tidak akan bosan dengan topik ‘benci jadi cinta’.

Overall, I like this book!

My rating: 4,5/5 Stars

Review ini juga dapat di akun Goodreads saya: aizakuri

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s