[BOOK REVIEW] The Lunar Chronicles: Cinder by Marissa Meyer

Judul: The Lunar Chronicles: Cinder
Penulis: Marissa Meyer
Penerjemah: Yudith Listiandri
Penerbit: Spring
Genre: Young Adult, Fantasy, Romance, Sci-Fi
Tebal: 373 halaman
Terbit: Januari 2016
My Rating: 5 of 5 stars

SINOPSIS

Wabah baru tiba-tiba muncul dan mengecam populasi penduduk Bumi yang dipenuhi oleh manusia, cyborg, dan android. Sementara itu, di luar angkasa, orang-orang Bulan mengamati mereka, menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.

Cinder—seorang cyborg—adalah mekanik ternama di New Beijing. Gadis itu memiliki masa lalu yang misterius, diangkat anak dan tinggal bersama ibu dan dua orang saudari tirinya. Suatu saat, dia bertemu dengan Pangeran Kai yang tampan. Dia tidak mengira bahwa pertemuannya dengan sang Pangeran akan membawanya terjebak dalam perseteruan antara Bumi dan Bulan. Dapatkah Cinder menyelamatkan sang Pangeran dan Bumi?

REVIEW

Happy reading!

Pertama kali liat covernya, aku langsung tertarik. Begitu pula kata teman-temanku. Banyak dari mereka yang ingin meminjam buku Cinder-ku ini, tapi sayangnya aku bukan tipe orang yang akan meminjamkan buku-bukuku ke sembarang orang.They can do anything to my babies T_T

Oke kita sudahi sesi curhat ini.

Apakah jenismu tahu apa itu cinta? Apa kau merasakan sesuatu atau semua itu hanya… program?” – Halaman 67.

Cinder adalah seorang gadis cyborg atau setengah manusia setengah robot. Hidupnya dapat dikatakan sial karena dia mengalami kecelakaan serius semasa kecilnya, yang menyebabkannya tinggal dengan Linh Adri, ibu tirinya, dan kedua saudara tiriya Linh Pearl dan Linh Peony. Sedangkan ayah tirinya yang bernama Linh Garan, sudah meninggal.

‘Kesialan’ Cinder bertambah ketika Pangeran Kai mengunjungi stan Cinder di pasar. Cinder adalah seorang mekanik ternama di New Beijing. Karenanya Pangeran Kai berniat memperbaiki Nainsi, androidnya yang rusak, kepada Cinder.

Pertemuan keduanya mengawali sebuah cerita panjang. Berawal dari rusaknya Nainsi, satu persatu teka-teki perlahan terangkai.

Seperti kisah populer Cinderella, Linh Cinder juga hidup melas karena kebencian ibu dan saudara tirinya. Adri menjadikan Cinder sebagai satu-satunya jalan pemasukan uangnya, melalui kepandaian Cinder menjadi mekanik. Begitu juga Pearl yang kerap menunjukkan benci dan rasa jijiknya pada Cinder. Namun berbeda dengan Peony, si bungsu keluarga Linh ini justru menyayangi Cinder.

Teman Cinder yang lain adalah Iko, sebuah android. Selain itu, semua orang memadang rendah Cinder. Terlebih mereka yang tahu Cinder adalah seorang cyborg.

Diceritakan letumosis¸ sebuah wabah penyakit menular mematikan yang mengancam dunia. Letmosis menyaebar begitu cepat. Penyakit ini juga seolah membawa Cinder kembali dan terus bertemu dengan Pangeran Kai.

Dokter Erland, ilmuwan paling dipercaya istana, tengah menyelidiki dan mencaritahu vaksin untuk menyembuhkan letumosis. Hingga ia bertemu dengan Cinder dan menemukan sebuah faka besar.

Disat kerajaan pusing memikirkan vaksin untuk letumosis, di Bulan ada Ratu Levana yang sedang mengawasi makhluk Bumi. Ratu yang terlihat cantik itu dapat melakukan apapun yang ia mau, termasuk mempersiapkan perang dengan Bumi.

Cerita yang sangat menarik. Terdengar seperti kisah Cinderella di masa depan, dengan segala bumbu teknologi yang membuatnya terbayang modern. Dunia dikisahkan memiliki makhluk hidup selain manusia, hewan, dan tumbuhan. Yaitu android dan cyborg. Terbayang bagaimana majunya dunia ini jika segala pekerjaan bisa dibantu oleh para android pekerja, yang dapat diprogram sesuai kebutuhan. Juga cyborg, manusia robot yang dapat mendeksi kebohongan, menyimpan data orang, dan menghubungkan dirinya dengan internet.

Tapi yah, tentu saja hal itu ada sisi negatifnya. Menjadikan manusia malas, misalnya. Juga diceritakan ada potscreen, sebuah alat elektronik serbaguna. Dalam cerita ini, tidak ada buku.

Cinder disajikan begitu menarik dengan segala teka-teki yang misteriusnya. Jalan ceritanya tidak mudah ditebak. Alur yang disuguhkan tergolong lambat, namun tetap rapih dan memaksaku untuk mengikutinya sampai tutas.

Semua karakter yang muncul terasa hidup dan menarik. Tentu saja penulis berhasil membangun katakter. Meski pun Cinder adalah tuan putri, namun ia adalah gadis yang kuat dan tidak manja. Cinder bisa berbuat nekat yang bahkan membahayakan nyawanya. Pangeran Kai yang juga merupakan pangeran, adalah sosok pemimpin bijaksana yang memikirkan bagaimana nasib rakyat dan masa depan Persemakmuran Timur, tempatnya memerintah.

Juga Ratu Levana, aku sangat gemas dengan sifat kejamnya. Meski begitu, aku suka penulis yang terang-terangan menyatakan bahwa Levana itu jahat, tidak membuatnya menjadi serigala berbulu domba.

Kisah asmara antara Cinder dan Kai belum terlalu kentara, namun keduanya cukup membuatku gemas >< penasaran seperti apa ending mereka nanti 😀

Di buku pertama seri The Lunar Chronicles ini, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, dan masih banyak kejadian yang menuntut penjelasan. Aku udah baca cuplikan tiga buku selanjutnya: Scarlet yang ‘mencerminkan’ Red Riding Hood¸ Cress dalam film animasi Tangled, dan Winter yang seperti Snow White. Pertanyaan-pertanyaan itu akan segeran terjawab oleh ketiga buku berikutnya.

untitled-3

Aku merekomendasikan Cinder ini bagi penggemar young adult, khususnya fantasi. Tapi yang suka dongeng juga tidak ada salahnya membaca buku dongeng dengan sentuhan gaya modern ini. Kisahya dijamin tidak akan mengecewkan 🙂

Ini adalah beberapa fanart dari buku Cinder yang saya dapatkan dari Google dengan ekspetasi yang tidak menghancurkan imajinasi saya 😀

https://i2.wp.com/img08.deviantart.net/dbf1/i/2014/039/e/1/lunar_chronicles___linh_cinder_by_lostie815-d6wjqb4.jpg
Linh Cnder
Credit to img08(dot)deviantart(dt)net

http://vignette2.wikia.nocookie.net/lunarchronicles/images/a/a5/Linh_Cinder_sm.png/revision/latest?cb=20150323000756
Linh Cinder
Credit to vignette2(dot)wikia(dot)nocookie(dot)net

http://vignette2.wikia.nocookie.net/lunarchronicles/images/7/7a/Kaito_Portrait.jpg/revision/latest?cb=20140104020501
Prince Kaito
Credit to vignette2(dot)wikia(dot)nocookie(dot)net

https://40.media.tumblr.com/79a405da9b5dcbd39ea1433db96aa4fd/tumblr_n5om3ddjWX1qivallo4_500.png

Cinder and Kai
Credit as tagged

https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/736x/5f/54/66/5f5466cdae2c485c8b59579dc3ee7daf.jpg
Levana Blackburn
Credit to s-media-cache-ak0(do)pinimg(dot)com

http://vignette3.wikia.nocookie.net/lunarchronicles/images/8/87/Levana_Portrait.jpg/revision/latest?cb=20140104020613
Levana Blackburn
Credit to vignette2(dot)wikia(dot)nocookie(dot)net

https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/736x/6d/53/9a/6d539a29f31717458f31644dce43fde6.jpg

Linh Family
Credit to s-media-cache-ak0(do)pinimg(dot)com

Sebenarnya aku sudah baca Scarlet, sih. Nantikan review-k selanjutnya, ya!

Terimakasih sudah membaca, jangan lupa tinggalkan jejak komentar, ya 🙂

xoxo,

aizakuri

Iklan

One thought on “[BOOK REVIEW] The Lunar Chronicles: Cinder by Marissa Meyer

  1. Ping-balik: [BOOK REVIEW] The Lunar Chronicles: Cress by Marissa Meyer | — this is my world —

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s