[BOOK REVIEW] The Lunar Chronicles: Scarlet by Marissa Meyer

29265436.jpg

Judul: Scarlet

Genre: Dystopian, Re-telling, Sci-fi
Penulis: Marissa Meyer
Penerjemah: Dewi Sunarni
Penerbit: Spring
Tebal: 444 halaman
Terbit: Februari 2016
My Rating: 5 of 5 stars

SINOPSIS

Nenek Scarlet Benoit, Michelle Benoit, menghilang. Bahkan kepolisian berhenti mencarinya dan menganggap wanita itu melarikan diri atau bunuh diri.

Marah dengan keputusan dari pihak kepolisian, Scarlet membulatkan tekad untuk mencari neneknya bersama dengan seorang pemuda petarung jalanan bernama Wolf, yang kelihatannya menyimpan informasi tentang hilangnya nenek Scarlet.

Apakah benar Wolf bisa dipercaya? Rahasia apa yang disimpan Michelle Benoit sampai dia harus menghilang?

Di belahan bumi yang lain, status Cinder berubah dari mekanik ternama menjadi buronan yang paling diinginkan di seluruh penjuru Persemakmuran Timur. Dapatkah Cinder sekali lagi menyelamatkan Pangeran Kai dan bumi dari Levana?

REVIEW

Scarlet Benoit tengah dipeningkan dengan neneknya yang hilang. Michelle Beniot menghilang sejak dua minggu Scarlet melaporkannya pada polisi. Namun detektif yang menyelidiki kasus ini justru mengatakan bahwa Michelle Benoit melarikan diri atau bunuh diri, dan menutup kasusnya.

Tentu saja Scarlet geram dengan kinerja kepolisian yang tidak memuaskan. Gadis delapan belas tahun itu lantas turun tangan sendiri untuk mencari neneknya. Tekad kuat itulah yang membuatnya bertemu dengan Wolf, seorang pemuda dengan penampilan seperti petarung jalanan.

http://vignette2.wikia.nocookie.net/lunarchronicles/images/9/93/Scarlet_Benoit_Portrait.jpg/revision/latest?cb=20140104020455
Scarlet Benoit
Credit to vignette2(dot)wikia(dot)nocookie(dot)net

Wolf mengantarkan Scarlet ke Paris, tempat neneknya disekap oleh sekawanan preman. Namun ketika Scarlet sampai di tempat tujuan, ia justru terjebak dalam suatu kasus yang berhubungan dengan perseteruan antara Bumi dan Bulan. Ternyata Wolf menyimpan sebuah fakta besar mengenai alasan mengapa Michelle mengilang.

http://vignette3.wikia.nocookie.net/lunarchronicles/images/d/d9/Ze'ev_Kesley_Portrait.jpg/revision/latest?cb=20140104020852
Wolf
Credit to vignette2(dot)wikia(dot)nocookie(dot)net

Bertemu dengan Wolf membuat Scarlet terhubung dengan Cinder yang sedang mencoba untuk melaikan diri dari penjara di Persemakmuran Timur. Gadis cyborg itu kebur bersama Carswell Thorne, seorang narapidana dengan banyak kasus. Dengan pesawat ruang angkasa curian Thorne, mereka bisa membobol penjara dan kembali menghirup udara bebas meski menyandang status buronan yang paling diinginkan.

http://vignette2.wikia.nocookie.net/lunarchronicles/images/f/fd/Carswell_Thorne_Portrait.jpg/revision/latest?cb=20140104020607
Carswell Thorne
Credit to vignette2(dot)wikia(dot)nocookie(dot)net

Sejak awal aku memang tahu bahwa Scarlet akan terhubung dengan Cinder, karena ini memang novel seri. Tapi yang membuatku takjub adalah cara penulis menggabungkan dua cerita berbeda menjadi sebuah kisah yang menarik.

https://i0.wp.com/www.adventuresinpoortaste.com/wp-content/uploads/2013/12/dasha-kond-red-riding-hood-2.jpg

Kalau Cinder diambil dari dongeng Cinderella, maka Scarlet merupakan re-telling dari kisah Red Riding Hood.

https://i1.wp.com/www.warnerbros.com/sites/default/files/red_riding_hood_keyart.jpg

By the way, awalnya aku ngira Scarlet itu nama warna (karena memang iya) yang dijadikan judul. Tapi ternyata Scarlet adalah salah satu tokoh dalam seri ini.

Aku suka sekali dengan alur yang disajikan Marissa Meyer. Dalam buku kedua ini, ada dua cerita yang berjalanan beriringan, cerita Cinder dan cerita Scalet. Masing-masing menunjukkan misterinya. Perjalanan Cinder mencari Putri Selene, dan perjalanan Scarlet mencari neneknya, keduanya begitu memaksa untuk diikuti sampai tuntas.

Ngomong-ngomong, Putri Selene adalah putri Bulan yang hilang. Dikatakan bahwa seharusnya ialah yang menjadi ratu Bulan, bukan Levana.

Namun kelemahan yang aku temukan dalam buku ini adalah bagian cerita Cinder masih lebih menarik untuk diikuti daripada bagian Scarlet. Sampai di akhir buku yang akhirnya menceritakan pertemuan Cinder dan Scarlet. Wow, bagian itu sangat-sangat megaduk-aduk emosiku.

Kisah Pangeran Kai dan Ratu Levana juga belum berakhir. Kai semakin frustrasi karena Cinder menghilang. Hal itu juga membuat Levana murka, hingga menyatakan perang dengan bumi. Karena Kai merasa ‘tidak berguna’ sebagai pemimin negara, akhirnya ia membuat keputusan yang mengejutkan sekaligus membuatku kecewa berat padanya.

Ngomong-ngomog, Pangeran Kai sudah berubah menjadi Kaisar Kai. Juga Iko yang berubah dari sebuah android menjadi sebuah pesawat besar. Ugh, aku gemas sekali dengan ‘makhluk’ yang satu ini ><

Karakter Wolf dan Thorne juga sukses mencuri perhatian. Meski berbadan kekar dan suka bertarung, Wolf adalah sosok pemuda yang malu dengan wanita. Ketika Scarlet menyetuh wajahnya, Wolf akan langsung kaku dan gugup. Aih, lucunya :3

Sedangkan Thorne adalah sosok yang ceria dan percaya diri, meski dia adalah buronan. Thorne ini bisa jadi moodbooster kalau Cinder sedang bosan. Tapi dia juga bisa menyebalkan karena masih saja suka bercanda di kala serius.

Untuk terjemahan, aku suka Scarlet dengan bahasa Penerbit Spring seperti biasanya.

Ah, aku benar-benar jatuh cinta dengan seri The Lunar Chronicles ini. Teka-teki dalam buku Cinder satu-persatu mulai terjawab. Dan jawaban itu yang perlahan mengantarkan ke konflik yang lebih besar. Aku nggak sabar nunggu Cress, buku ketiga. Semoga cepat terbit :3

https://i2.wp.com/61.media.tumblr.com/75cbbd00a6ca13fd940c1c11f915c77a/tumblr_ni59zeE3qD1rzcyf4o1_500.png
Credit to 61(dot)media(dot)tumblr(dot)com

Kembali aku merekomendasikan Scarlet untuk penggemar young adult, fantasi , dan bagi penikmati dongeng.

Terimasih sudah membaca, jangan lupa tiggalkan kometar, ya! ^^

 xoxo,

aizakuri

Iklan

7 thoughts on “[BOOK REVIEW] The Lunar Chronicles: Scarlet by Marissa Meyer

  1. Ping-balik: [BOOK REVIEW] The Lunar Chronicles: Cress by Marissa Meyer | — this is my world —

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s