[BOOK REVIEW] Double Spin Round by Miyashita Natsu & Shoji Yukiya

https://hyeeunkim.files.wordpress.com/2016/06/750d7-28950632.jpg?w=440

Judul: Double Spin Round
Penulis: Miyashita Natsu & Shoji Yukiya
Penerjemah: Andry Setiawan
Penyunting: Arumdyah Tyasayu
Design cover: Chyntia Yanetha
Penerbit: Haru
ISBN: 978-602-7742-75-8
Cetakan pertama: Februari 2016
Tebal: 268 halaman

Konbanwa, miina-san!

Ogenki desuka?

Haihai! Selamat malam, apa ada yang tau arti dua kalmiat di atas? Tentu saja ada, ya. Kalau tidak tahu, maka artinya adalah ‘selamat malam semuanya, apa kabar?’

Kalau yang ini, aku bukan sekedar cuma tahu seputar ohayou gozaimasu (selamat pagi) atau aishiteru (aku mencintaimu) atau arigatou (terimaksih)—seperti bahasa Mandarin yang sedikit aku ulas di (pembukaan) review novel The Stolen Years kemarin. Kali ini aku tahu sedikit banyak tentang bahasa Jepang karena aku menyukainya dan diajarkan di sekolahku.

Seperti biasa, malah curhat.

Ini bukan info yang perlu diketahui pembaca, ya. Hahaha.

/Abaikan saja/

Oke, jadi aku baru saja selesai membaca J-Lit dari Penerbit Haru ini. Ceritanya aku tertarik membeli karena membaca salah satu review di sebuah blog. Di sana dikatakan bahwa hanya dengan sebuah telepon dari orang asing, sebuah keluarga jadi saling menyimpan rahasia.

Kelihatannya menarik sekali.

Jadilah aku membeli Double Spin Round pada bulan Mei dan baru saja kubaca tanggal 9 Juni kemarin karena sebelumnya sibuk UKK dan nonton drama Korea.

Selamat membaca! ^^

“Rumah adalah tempat di mana semua anggota keluarga berkumpul.” – Komiya Madoka, hlm 220.

Kata orang, dua pusaran rambut melambangkan simbol kebahagiaan.

Double Spin Round menceritakan tentang keluarga Komiya yang bahagia, kelewat bahagia. Ada kakek, ayah, Komiya Yumiko (ibu), Yuichi (kelas 2 SMA), dan Madoka (kelas 4 SD).

Kakek Komiya adalah seorang pejudo kuat yang melatih judo pada anak-anak SD. Ia juga punya klinik tulang. Ayah Komiya adalah seorang pegawai kantoran. Ibu Komiya (Komiya Yumiko) adalah ibu rumah tangga yang suka sekali membuat kudapan. Ia merupakan sosok ibu yang sabar dan penuh pengertian. Kemudian Yuichi yang berumur tujuh belas tahun adalah anggota band Double Spin Round atau seringnya disingkat DSR. Ia pintar menyanyi dan bermain keyboard. Dan Madoka yang berumur sepuluh tahun adalah gadis kecil kuat yang gemar sekali judo.

Semuanya begitu aman, tentram, damai, sejahtera—sebelum sebuah telepon dari orang asing datang dan membuat keluarga ini saling mencurigai satu sama lain.

Adalah Ashida Nobuko, seorang wanita yang mengenal Komiya Yumiko, namun Yumiko sendiri berkata ia tidak mengenal Nobuko. Selain hal itu, yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa Ashida Nobuko mengenal suami Yumiko dan juga datang ke konser band Yuichi?

Semua pertanyaan yang muncul pada tokoh (dan aku sebagai pembaca) sangat rumit dijelaskan. Novel ini mengambil dua sudut pandang—secara penulisnya juga dua. Setelah Madoka menerima telepon Ashida Nobuko untuk pertama kalinya dan melihat sikap anggota keluarganya yang aneh, sebagai anak berumur sepuluh tahun, pikirannya sangat sederhana.

Tidak ada hal yang lebih indah daripada melihat keluarganya bahagia, pikir Madoka. Namun Madoka yang berpikir bahwa dirinya bukan anak-anak lagi, malah jadi merasa galau dan seakan sungguh menerka apa yang sedang terjadi pada keluarganya. Hal itu membuatnya resah namun ia tidak bisa berbuat apa pun karena takut menyakiti perasaan orang lain.

Sedangkan Yuichi yang sudah puber(?), juga merasakan keganjalan pada keluarganya. Ia tidak ingin Madoka terlibat lebih jauh kalau sesuatu yang dicurigainya memang benar. Karena itu ia berenca untuk menyelidiki teka-teki itu sendiri dengan banuan teman band-nya.

Terlihat, kan, perbedaan Yuichi dan Madoka? ‘Rahasia’ itu memang menganggu mereka, namun Madoka hanya khawatir dan berani berpikir saja, tidak bisa berbuat banyak. Ssedangkan Yuichi sudah berani mengambil tindakan.

Setelah membaca novel ini, aku merasa sepertinya lebih enak jadi Madoka. Apa yang diketahui gadis sepuluh tahun selain kue enak buatan ibunya? Sebentar saja kepikiran masalah, selanjutnya akan lupa oleh aktivitas lain. Saat itu, masalahku hanya sekedar lupa mengerjakan PR matematika dan takut dimarahi guru.

Yuichi dan Madoka sangat dekat. Aku suka sekali dengan keakraban keluarga Komiya—sebelum mereka saling menyimpan rahasia. Ayah dan ibu yang sangat akur, kakek yang baik, dan kakak beradik yang dekat. What a family goals.

Novel ini lebih menunjukkan sisi keluarga Komiya daripada tentang teka-teki yang menjadi topiknya. Sedikit spoiler, konflik yang ada itu berasal dari masa lalu. Namun Double Spin Round tidak membahas tentang itu, melainkan lebih seperti ‘yang sudah berlalu biarlah sudah’. Lebih seperti penerimaan, daripada flashback masa lalu.

Ngomong-ngomong, aku suka Yuichi berdasarkan ekspetasiku sendiri. Ia dilukiskan sebagai remaja tujuh belas tahun yang pintar menyanyi dan bermain keyboard. Dia juga punya kepribadian yang baik, serta sangat menyayangi adiknya. Yuichi populer di kalangan gadis, namun sudah punya pacar yang lima tahun lebih tua darinya!

Aduh, kenapa nggak sama aku aja ya yang seumuran XD

/ngaco/

Oke itu readers problem tiap jatuh cinta dengan tokoh khayalan.

Aku jadi sangat nge-fan dengan ayah Yuchi dan Madoka. Dia digambarkan sebagai sosok pekerja keras, bijaksana, rendah hati, lembut, penyabar, dan sangat menyayangi keluarganya. Karakternya benar-benar hidup, begitu juga dengan tokoh yang lain.

Kedua penulis menyuguhkan alur yang lumayan lambat, namun seakan terjun ketika hampir menyentuh ending. Sama seperti The Stolen Years, Double Spin Round juga punya ending tersirat yang tidak terduga. Dan aku selalu menyukai novel yang seperti itu.

Jujur saja, selesai membaca novel ini, aku nggak tahu mau nulis review kayak gimana. Aku suka ceritanya, tapi aku nggak tahu harus bagaimana nantinya ketikaa menulis review. Jadi, seperti inilah jadinya. Hahaha.

Dan ngomong-ngomong tentang J-lit Penerbit Haru atau ‘novel tebak-tebakan’ lainnya, favoritku tetap Girls in the Dark. Hehehe.

Well, this is a good story from good authors. Aku nggak menyesal membaca novel ini. Ceritanya menarik dan bahasa terjemahannya mudah dipahami.

I enjoyed it and I hope you so ❤

Oke segini dulu review-ku kali ini. Jangan lupa tinggalkan jejak, ya! ^^

See ya!

xoxo,

aizakuri

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s