[BOOK REVIEW] The Chronicles of Audy Series

https://d.gr-assets.com/books/1463974783l/30255107.jpg

Judul: The Chronicles of Audy: O2
Penulis: Orizuka
Penerbit: Haru
Genre: family, comedy
Kategori: fiksi, novel remaja, novel lokal
Ukuran: 13×19 cm
Tebal: 364 halaman
Terbit: Juni 2016
ISBN: 9786027742864
Bahasa: Indonesia

Halo!

Selain sedang pada mode ‘maniak drama Korea’, sepertinya aku juga sedang dalam mode ‘maniak novel’.

Atau emang aku aja yang ga ada kerjaan, jadi tiap hari cuma leha-leha baca novel atau nonton.

Kali ini aku akan me-review novel seri yang sudah kutunggu-tunggu buku terakhirnya. Ngomong-ngomong tentang judul (review-ku ini), aku nggak nulis ‘The Chronicles of Audy: O2’ sebagai mana cover dan information yang aku tulis di atas. Karena ketika aku membaca ketiga seri sebelumnya—The Chronicles of Audy: 4R, The Chronicles of Audy: 21, dan The Chronicles of Audy: 4/4, aku belum aktif menulis review dan rasanya aneh kalau aku review sekarang sebelum ngepost The Chronicles of Audy: O2. Ingatanku sudah sedikit samar tentang ketiganya, hehehe.

https://i2.wp.com/www.yes24.co.id/Upload/ProductImage/dd/1242049_M.jpg

Jadi aku akan me-review semuanya. Maksudku, keempat bukunya sekaligus. Kalau garis besarnya sih aku masih ingat.

Seri The Chronicles of Audy ini hype sekali pada semua kalangan. Begitu juga aku yang sangat heboh ketika buku keempatnya terbit.

Cerita dimulai ketika Audy Nagisa, seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang baru saja mendapat IP 3,7. Gadis 22 tahun itu terlampau senang karena menurutnya, peristiwa itu sangat ajaib—nyaris mustahil. Karena ‘kesuksesannya’ itu, Audy hanya tinggal skripsi untuk segera lulus.

https://hyeeunkim.files.wordpress.com/2016/06/cef21-orizuka2b-2bthe2bchronicles2bof2baudy2b42br2b-2baudy.jpg?w=288&h=374

Namun untuk menuju skripsi, nasib Audy tidaklah baik. Ekonomi keluarganya tiba-tiba down, ditambah ia belum bayar uang kos dan bagaimana untuk makan sehari-hari?

Dari kesusahan itu, muncul kerja part time dalam benaknya. Audy bekerja menjadi babysitter pada sebuah keluarga yang nantinya akan mengubah hidupnya. Keluarga itu terdiri dari 4 orang.

Regan Rashad, anak pertama. Bekerja sebagai pengacara yang sangat terikat dengan ‘perjanjian’. Apa pun itu kalau sudah tanda tangan, maka urusannya bisa serius jika dengan Regan. Namun Regan punya sifat yang sangat dewasa, bijaksana, lembut, sebagaimana mestinya* anak pertama. Regan disebut juga R1.

(*Realita: tidak semua anak pertama seperti Regan)

https://hyeeunkim.files.wordpress.com/2016/06/e794d-4r-regan.jpg?w=308&h=431

Aduh itu fotonya malah keliatan kayak anak SMP, ya. Duh, yang penting tampan :v

Yang kedua, Romeo Rashad atau R2. Pemuda yang sehari-harinya hanya mendekam di kamar ini punya kemampuan luar biasa di bidang hacking, cracking, dan segala jenis peretasan. Rambutnya yang panjang dan tidak terurus itu membuat Audy bergidik ngeri. Tapi untung dia ganteng dan humoris, hahaha.

https://hyeeunkim.files.wordpress.com/2016/06/bb187-4r-romeo.jpg?w=330&h=412

Kemudian Rex Rashad. R3 ini adalah tokoh paling berpengaruh bagi Audy (selain Romeo). Anak SMA berumur tujuh belas tahun sangat genius dengan IQ 152. Ia punya sifat yang sangat-sangat dingin. Cuek dan jutek bisa jadi bumbunya. Rex punya penyakit asma. Karena itu jadi sangat memperhatikan kesehatannya dengan rajin olahraga, makan 4 sehat 5 sempurna, dan kamarnya paling bersih. Yang jadi ciri khas dari Rex adalah wangi peppermint yang selalu menempel padanya, juga di kamarnya.

https://hyeeunkim.files.wordpress.com/2016/06/19cc1-rex.jpg?w=317&h=317

(Susah cari gambar yang sama-sama cokelat, dapetnya ini :v)

Dan yang terakhir Rafael Rashad,  atau R4. Bocah kecil yang belum genap 5 tahun yang dekat dan tidur sekamar dengan Romeo ini adalah bocah yang istimewa. Di usia sedini itu, Rafael mampu menyelesaikan kubik-rubrik sendirian dalam waktu 2 menit. Tontonannya bukan lagi Si Bolang atau Doraemon atau Upin-Ipin. Melainkan Natonal Geographic. Bacannya juga bukan Majalah Bobo, melainkan Majalah Playboy (atas hasutan Romeo). Rafael genius sebelum usianya (?).

https://hyeeunkim.files.wordpress.com/2016/06/cc2a9-4r-rafael.jpg?w=282&h=378

Mereka disebut 4R. sebuah keluarga yang masing-masing anggotanya punya kemampuan di atas rata-rata. Orang tua mereka sudah meninggal karena kecelakaan. Hal itu membuat mereka jadi mandiri dengan sendirinya.

Karena Rafael istimewa, sebuah PAUD menyatakan mereka tidak bisa membimbing Rafael. Rafael punya kebutuhan yang berbeda dari anak-anak seumuranya pada umumnya. Karena itu Rafael jadi malas bersosialisasi dan menganggap dirinya bisa belejar sendiri.

Kemudian datanglah Audy. Sialnya, Rafael tidak suka dengan orang asing, termasuk Audy. Gadis itu jadi kesusahan mengurus Rafael. Bukannya jadi babysitter, ia hanya bersih-bersih rumah saja.

Seiring berjalannya waktu Audy tinggal bersama 4R, kehidupan mereka perlahan berubah. Romeo sudah mulai tidak lagi jorok, Rex yang mulanya ‘anti-sosial’ jadi perlahan membuka diri, dan juga perubahan pada Rafael.

Awalnya, Audy jatuh cinta dengan Regan pada pandangan pertama. Namun cintanya kandas karena Regan sudah punya pujaan hatinya yang bernama Maura. Seorang wanita yang tengah terbaring koma karena kecelakaan.

Namun, kisah cinta Audy tidak mentok di situ. Rex, cowok terdingin sepanjang sejarah (menurut Audy) ini tiba-tiba saja menyatakan perasaannya pada Audy. Hal tersebut membuat Audy bingung karena menurutnya, Rex bukan tipe cowok romantis. Sifat dinginnya itu juga annoying sekali. Dan yang terpenting, Rex masih tujuh belas tahun!

Selain itu, Rex ternyata diterima di MIT (Massachusetts Institute of Technology), Amerika. Rex sangat merencakan masa depannya karena itu dia tetap akan pergi ke MIT, apa pun yang terjadi. Sekalipun Audy merengek agar ia tidak pergi.

Audy juga takut kepada Rex. Takut dalam artian mereka berbeda. Rex terlalu genius untuk Audy, terlalu sempurna. Memikirkan semua itu membuatnya merasa tidak pantas bersanding denga Rex.

Di samping itu, ternyata Romeo juga memendam rasa kepada Audy. Romeo adalah pribadi yang sederhana, selalu ceria, penuh humor dan ide gila, serta seumuran dengan Audy. Walaupun pekerjaanya tidak jelas, ia mampu menghasilkan uang untuk membayar listrik rumah. Romeo juga selalu ada untuk Audy.

Tapi hati Audy ternyata jatuh kepada Rex, meski ia sendiri belum yakin dan masih berusaha mencari alasannya.

Like, hello? Gue 22 tahun, jatuh cinta sama cowok SMA labil umur 17?

Mungkin kira-kira begitu pemikiran Audy.

Lalu bagaimanakah kelanjutan kisah romansa Audy? Apakah ia memilih Rex yang membuat jantungnya berdebar namun punya sifat yang sangat bertolak belakang denganya, atau Romeo yang seumuran dan punya sifat menyenangkan, selalu ada untuknya, dan kerap membuatnya nyaman? Atau malah tetap stuck pada Regan?

Dan apakah Maura akan bangun dari komanya? Bagaimana masa depan Regan dan Maura?

Juga bagaimanakah Rafael nantinya? Masihkah ia bersifat dingin kepada Audy?

Tentu saja The Chronicles of Audy punya jawabannya. Jawaban yang sangat memuaskan, kalau kukatakan.

“Seperti oksigen, keluarga ada di sekitarmu, di setiap tarikan napasmu, mengalir dalam darahmu. Walaupun kamu nggak selalu bisa lihat, tapi kamu tahu keluarga selalu ada bersama kamu. Ya kan?” – The Chronicles of Audy: O2, hlm. 283.

Novel seri ini bukan sekedar kisah romansa Audy. Namun mengisahkan tentang hangatnya sebuah keluarga. Regan mengatakan, keluarga bukan mereka yang terikat dokumen. Quote itu cukup menyentuh hatiku. Sebagai orang asing, Audy terlalu istimewa untuk berada di tengah-tengah 4R. Padahal awalnya, Audy hanya ingin skripsi dan lulus.

Ngomong-ngomong tentang skripsi, kayaknya Rex lebih cinta skripsi Audy, deh, daripada orangnya. Lagian dia dikit-dikit nanyain skripsi. Mentang-mentang genius, hahaha.

“Kamu adalah entitas yang jadi kelemahan sekaligus kekuatanku; yang membuatku merasa lebih hidup.” – The Chronicles of Audy: 4/4, hlm. 10.

Seri ini berhasil bikin aku super baper. Tiap baca, ada aja yang bikin aku senyam-senyum sendiri sampai ngakak. Juga terharu. Pokoknya, baper banget deh empat-empatnya.

Karakter yang penulis bangun juga sangat hidup. Kerasa banget perbedaan sifat setiap karakternya. Segitunya melekat sampai rasanya sulit sekali untuk dilupakan. Aduh, kalo ada kata yang lebih baper dari baper, aku bakal gunain itu, lol.

Sebagai sesama anak SMA, aku greget banget sama Rex. Katanya suka sama Audy, tapi kok selalu aja macam nggak peduli sama Audy. Nggak pernah telepon atau SMS, nggak pernah bikin Audy senang layaknya cowok yang berusaha PDKT sama cewek.

Rex juga bilang kalo dia berusaha mencari tahu alasannya menyukai Audy itu lewat teori Plato. Aduh, pikiran orang genius itu sulit ditebak ya.

“Ini benar-benar tidak masuk akal. Cinta bisa membuat orang tergenius sekalipun jadi gila!” – The Chronicles of Audy: 21, hlm. 109.

Sedangkan Romeo bahkan sudah siap menikahi Audy. Romeo ganteng, dewasa, lucu, humoris, dan bisa menghasilkan uang. Apalagi yang kurang? Oke bagian joroknya itu kita singkirkan dulu mengingat kamarnya yang sangat berantakan. Tapi Romeo bersedia berubah demi mendapatkan hati Audy. Apalagi yang kurang? (2).

“Kata orang, cara paling ampuh untuk melupakan patah hati adalah dengan menemukan penggantinya.” The Chronicles of Audy: 4R, hlm. 199.

Namun perselisihan cinta dua saudara ini tidak terlalu kentara. Faktanya, ending berkata adil. Mari katakan Audy memilih takdirnya sendiri, daripada spoiler :p

Alur yang ada pada semua buku berjalan lambat. Untuk mecapai hasil suatu konflik, memerlukan kisah yang sedikit panjang. Tapi aku menikmati kalimat demi kalimat yang terangkai. Tanpa rasa bosan dan kantuk. Bahan rasanya sedetik saja lepas, tidak rela!

Ya, memang begitulah kekuatan dari seri The Chronicles of Audy ini. Maksa banget minta diikuti. Segitu hype-nya sampai setiap PO (pre-order) selalu ramai. Sayang sekali aku gagal jadi 21 pembeli pertama di PO buku keempat kemarin. Padahal bisa dapet semua bookmark-nya T_T

https://hyeeunkim.files.wordpress.com/2016/06/92ab9-chmnbm4ucaa1p7z.jpg?w=440

[Kurang bookmark O2, insyaAllah di-update kalo nemu fotonyanya lagi. Foto ini diambil dari fikriah-bookaddict(dot)blogspot(dot)co(dot)id]

Ngomong-ngomong tentang bookmark, aku dapet Audy untuk buku 1, Romeo untuk buku 2, Rex untuk buku 3, dan Regan untuk buku 4. Kurang Rafael. Sayangnya yang di buku 4R, aku dapat bookmark yang 21 -_- Tapi nggak apa, yang penting dapet Rex dan pas posenya ganteng :3

Jujur saja aku lebih suka Rex daripada Romeo. Meskipun dibilang jutek dan nyebelin banget, seperti kebyakan kisah romansa lain, Rex punya cara sendiri untuk menarik perhatian Audy.

Dan aku nggak bakal kasih tau akhirnya Audy milih siapa diantara Rex, Romeo, atau bahkan Regan. Atau bahkan cowok lain? Karena ada satu tokoh bernama Davar, orang yang suka sama Audy.

Yang pasti, ending-nya sempurna dan adil untuk semua pihak.

Aduh, apa lagi ya yang harus aku sampaikan? Selain seri ini benar terasa hidup dan menyenangkan, apalagi yang perlu kuutarakan? Meski begitu, kisah Audy begitu memaksa untuk kuikuti secepatnya. Keempat bukunya kubaca dalam waktu kurang dari dua hari. Dijamin nggak akan menyesal untuk siapa saja yang membacanya!

Apa pun yang terjadi, aku tetap TEAM REX GARIS KERAS! :3

Kurasa, The Chronicles of Audy akan jadi seri lokal terfavoritku. Kisah dan karakternya akan selalu mudah diingat sampai kapan pun. Oke gue lebay.

Ngomong-ngomong, kalo seri ini dijadiin film kayaknya bakal seru. Aku yakin tiketnya bakal sold out!

Oke lebay lagi.

Well, aku bingung haru berkata bagaimana lagi untuk menggambarkan keseruan petualangan Audy. Novel seri ini benar-benar recommended untuk siapa saja. Iya, siapa saja. karena aku yakin (sekali lagi), nggak bakal nyesel!

Mungkin hanya itu yang bisa aku sampaikan di review kali ini. Aku sangat berterimakasih kepada Kak Orizuka yang telah menciptakan karakter 4R dan Audy, juga karakter pendukung lainnya dengan kisah yang sangat menarik. Juga untuk Penerbit Haru, terimakasih sudah menerbitkan karya luar biasa ini. Semoga kedepannya Kak Orizuka dan Penerbit Haru dapat terus melahirkan karya-karya luar biasa lainnya.

Semoga suatu saat nanti, kita dapat bekerja sama.

(Bukan kode, serius. Hahaha).

Sebenernya aku belum puas dengan berakhirnya buku empat dan berharap kisah Audy masih akan ditulis oleh Kak Orizuka. Tapi nyatanya tidak. Yah, tetralogi adalah yang terbaik untuk 4R1A.

Terimakasih juga untuk siapa saja yang sudah membaca tulisan panjangku ini. Jangan lupa tinggalkan komentar, ya! ^^

https://i2.wp.com/www.artebia.com/img/artikel/k_82_015234_banner-imaginary-tatzblogspotcom.png

(Dari semua imaginary cast, menurutku ini yang paling bagus. Picture credit as tagged.).)

xoxo,

aizakuri

Credits pictures: google images (berbagai sumber)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s